Jumat, 01 Agustus 2014

Ciri-ciri Batu Meteor di Bumi

Peristiwa jatuhnya meteor di wilayah pegunungan Ural, Rusia pada 15 Februari 2013 lalu memang cukup mengejutkan khalayak. Pecahan meteor yang sampai ke bumi itu membuat sejumlah bangunan di Rusia mengalami kerusakan dan ribuan orang mengalami luka parah.
NASA
NASA
Kabarnya, pecahan batu meteor yang sudah ditemukan itu bisa dijual dengan harga puluhan juta rupiah. Namun, di balik peristiwa jatuhnya meteor itu, seorang pemimpin Partai Liberal Demokratik Rusia, Vladimir Zhirinovsky mengatakan bahwabenda asing yang jatuh di Rusia itu bukanlah meteor, melainkan senjata baru Amerika Serikat yang sedang diuji coba.
Lalu, apakah benda asing yang jatuh ke bumi itu benar meteor? Untuk mengetahuinya, simak ciri-ciri batu meteor di bumi berikut ini yang dicuplik dari Kompas.com dan Okezone.com :

1. Berwarna hitam kecokelatan

Warna hitaam bisa saja dihasilkan karena batu tersebut terbakar saat bergesekan dengan atmosfer bumi. Dilansir Okezone.com, Sri Kaloka Prabotosari, Kepala Pusat Sains dan Pemanfaatan Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa ada bagian yang membedakan dengan warna pada batu antara cokelat dan hitam.
meteor jatuh

2. Lebih berat dibandingkan dengan batuan lain

Meteor berukuran 15 x 15 sentimeter akan lebih berat dengan batuan di bumi yang berukuran sama. Hal tersebut dikarenakan di dalam meteor mengandung besi dan silikon. Dilansir sumber yang sama, Sri Kaloka juga mengatakan bahwa meteor itu lebih berat di dalamnya karena mengandung besi. Selain itu, ada kandungan magnet juga ada di dalamnya.

3. Meninggalkan bekas bakaran

Dilansir Kompas.comThomas Djamaluddin dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa meteorit yang jatuh ke bumi melewati atmosfer mengalami pemanasan dan pendinginan. Ciri yang paling menonjol adalah adanya bekas bagian yang terbakar.
Itulah ciri-ciri batu meteor di bumi. Kabarnya, ledakan asteroid yang jatuh di Rusia itu berpotensi terjadi di Indonesia mengingat kawasan Indonesia memang rawan menjadi tempat tumbukan asteroid. Pada kenyataannya, Maluku dan Sulawesi Selatan pernah ditumbuk asteroid.

Cara meramu mani gajah

Satu butir mani gajah ukuran pentol korek bisa dicampur kurang lebih 100 cc minyak kelapa tunggal
namun jika minyak kelapa tunggal juga cuma ada sedikit pun tidak masalah, misal; cuma ada satu botol kecil ukuran 2 cc. campur aja dahulu, setelah itu campur lagi 100 cc minyak kelapa hijau nah itu sudah cukup dan jadi. sehingga yangg digunakan, bisa kita ambil saja ramuan tadi seukuran satu botol kecil (2cc), dan itu saja yg dibawa-bawa,biangnya biarkan saja kita simpan dirumah selanjutnya, yang dibotol kecil tadi harus kita beri makan yaitu diberi sepotong kecil emas, atau bubuk emas murni secukupnya serta diberi sedikit kapas mentah yg sudah jatuh dari pohonnya yaitu kita cari saat hari jumat (kapas mentah tersebut) inilah yg disebut dia "kapas siluman",nah pada saat purnama penuh tiba biang mani gajah dan turunannya yg di botol kecil itu kita jemur dibawah sinar purnama.
kurang lebih 2 jam, dari jam 10 s/d. 12 malam. untuk yg lebih mantap lagi si mani gajah yang dibotol kecil tadi
sebaiknya kalau "punya kesabaran" sebaiknya setelah di purnama ini lalu di pendam dalam tanah selama 40 hari atau afdolnya selama 100 hari.dan jadilah minyak mani gajah kualitas "super" gunanya antara lain:
- membantu kelancaran usaha 

- aman dari "kerusuhan"
- disenangi dalam pergaulan

- pelet (Ilmu Warisan Leluhur)